FIQIH · April 23, 2019 0

Rukun – Rukun Dalam Berpuasa

Bagi umat Islam berpuasa tidak hanya dibulan Ramadhan, namun ada beberpa sunah Rasulullah S.A.W mengenai sunah puasa diluar bulan suci Ramadhan, disini kita tidak membahas tentang sunah – sunah puasa yang ada diluar bulan Ramadhan namun akan membahas tentang apa saja rukun rukun dalam berpuasa, dalam berpuasa harus mengetahui ilmu nya termasuk rukun-rukun dalam berpuasa selain dari syarat syah nya berpuasa, mari simak ulasan berikut :

a. Niat berpuasa yang wajib dilakukan ketika sedang sahur atau sebelum imsyak, dan barang siapa yang tidak niat maka puasanya akan tidak sah sebagai mana sabda Rasulullah S.A.W :


مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوْعِ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ
“Barangsiapa yang tidak niat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya” (HR Daruquthni, ia menilainya sahih)

Dan adapun niat berpuasa untuk bulan ramadhan adalah :


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhooni haadzihis sanati lillahi ta’ala
“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

b. Berikutnya yang kedua adalah menahan diri dari hal hal yang membatalkan puasa

Hal-hal yang membatalkan puasa diantara lain adalah (Berhubungan intim dengan sengaja, keluar mani dengan sengaja, makan, minum, melakukan pengobatan dari salah satu lubang yang ada ditubuh, haid, nifas, gila, murtad) sebagai mana firman Allah S.W.T :


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah : 187)

Demikian pembahasan tentang pembahasan rukun berpuasa, jika ada yang kurang saya mohon maaf sebesar-besarnya, dan silahkan bisa dikomen dikolom komentar dibawah ini, sekian terimakasih, wassalamualaikum wr.wb…